Dia tlah tiada . . .
Benar-benar tiada walau hanya semu bayangnya
Dia tlah hilang , , ,
Bersama kenangan dan air mata
Tlah Lenyap . . .
Tlah Hilang . . .
Tlah pergi,,
Dan entah kapan kan kembali . . .
Aku tak akan berharap banyak lagi tuk hadirnya
Aku tak perlu berat hati tuk berpisah dengannya
Ia tlah lengkapi hidupku dengan hadirnya
Lalu . . .
kembali ia buat luka pada lubang yang sedikit tertutup senyuman
Kini lubang itu tlah hadir kembali seiring kepergiannya . . .
Entah kapan lubang itu kan menutup kembali
Walau ku tahu sungguh tak mungkin tuk menyembuhkannya lagi
Tapi setidaknya masih ada obat penawarnya , , ,
Hanya untuk beberapa waktu dalam hidupku . . .
Kini akankah obat itu dapat ku temukan ?
Akankah Obat itu kan memberi aku sebuah keajaiban ?
Sedikit berharap walau pun berputus asa . . .
Harap kan menjadi mimpi-mimpi yang kan mengiringi waktuku . . .
Tuk menunggu Pengganti dirinya. . .
Selamat Datang Di blog Si Tukang Curhat
Blog ini hanyalah sekedar blog biasa yang berisi luapan curhat yang udah di kemas ke dalam puisi.
Dan di blog ini berisi koleksi puisi dengan berbagai tema dan keadaan...
Selamat Jalan-jalan di Si tukang Curhat's blog..
Pengarang..
Blog ini hanyalah sekedar blog biasa yang berisi luapan curhat yang udah di kemas ke dalam puisi.
Dan di blog ini berisi koleksi puisi dengan berbagai tema dan keadaan...
Selamat Jalan-jalan di Si tukang Curhat's blog..
Pengarang..
Selasa, 28 Juli 2009
Sadari Diri
Disini aku biasa merenungi diri
Menyendiri . . .
Sambil memandang bintang-bintang di langit
Mereka seolah ingin menunjukkan padaku
Betapa besarnya kekuasaan Allah itu
Karna hanya karna Allah lah semua ini terjadi
Seperti bintang yang tetap terus terjaga di langit
Tanpa jatuh menghujam bumi
Bintang-bintang itu adalah satu dari berjuta-juta bukti
kekuasaan yang Allah miliki
Seharusnya kita selalu sadar
bahwa Allah itu ada
Agar kita tak melakukan kelalaian dan dosa
yang membuat Allah murka pada kita
Sebab kita sendirilah yang kan menentukan
Pilihan hidup kita kelak di Akhirat
Antara Surga dan Neraka . . .
Menyendiri . . .
Sambil memandang bintang-bintang di langit
Mereka seolah ingin menunjukkan padaku
Betapa besarnya kekuasaan Allah itu
Karna hanya karna Allah lah semua ini terjadi
Seperti bintang yang tetap terus terjaga di langit
Tanpa jatuh menghujam bumi
Bintang-bintang itu adalah satu dari berjuta-juta bukti
kekuasaan yang Allah miliki
Seharusnya kita selalu sadar
bahwa Allah itu ada
Agar kita tak melakukan kelalaian dan dosa
yang membuat Allah murka pada kita
Sebab kita sendirilah yang kan menentukan
Pilihan hidup kita kelak di Akhirat
Antara Surga dan Neraka . . .
You're Mine
Ku inginkan engkau menjadi milikku
Selamanya hingga malaikat itu kan menjemputku
Kaulah yang telah menjadi pelita itu
Pelita dengan cahaya terbaik dalam hidupku
Aku tak ingin engkau pergi tinggalkanku
Tak kan ku relakan engkau menjadi milik yang lain
Tak kan pernah ku ingkari rasa yang suci ini
Agar dapat abadi terlukis di dinding surga Ilahi
Kamulah yang telah menyinari nurani ku
Membuka mata batinku
Mendekatkanku pada sang pencipta hidupku
Kau bagaikan oase pada gersangnya hatiku
Melebur semua ego dan mengubahnya menjadi . . .
Yang baru . . .
Selamanya hingga malaikat itu kan menjemputku
Kaulah yang telah menjadi pelita itu
Pelita dengan cahaya terbaik dalam hidupku
Aku tak ingin engkau pergi tinggalkanku
Tak kan ku relakan engkau menjadi milik yang lain
Tak kan pernah ku ingkari rasa yang suci ini
Agar dapat abadi terlukis di dinding surga Ilahi
Kamulah yang telah menyinari nurani ku
Membuka mata batinku
Mendekatkanku pada sang pencipta hidupku
Kau bagaikan oase pada gersangnya hatiku
Melebur semua ego dan mengubahnya menjadi . . .
Yang baru . . .
Dalam Hidupku
My Star
Dimana Kah Kau Sembunyi . . .
Bintangku, Yang Selalu Bersinar
Menyinari Hatiku,
Dan Cerahkan Hari-hari ku Yang Suram
Bintangku . . .
Dimanakah Engkau ?
Aku Sangat Merindukan Cahayamu
Aku Benar-benar Rindu padamu
Aku Menunggu Hadirmu Kembali
Tuk Sinari hariku Yang Membosankan Ini
Agar Dapat Kembali Ceria
Dan Dapat Kembali Lewati Hidup Ini Dengan Senyuman...
Bintangku, Yang Selalu Bersinar
Menyinari Hatiku,
Dan Cerahkan Hari-hari ku Yang Suram
Bintangku . . .
Dimanakah Engkau ?
Aku Sangat Merindukan Cahayamu
Aku Benar-benar Rindu padamu
Aku Menunggu Hadirmu Kembali
Tuk Sinari hariku Yang Membosankan Ini
Agar Dapat Kembali Ceria
Dan Dapat Kembali Lewati Hidup Ini Dengan Senyuman...
Minggu, 26 Juli 2009
Puisi Tanpa Nama
Di saat ibumu tidur terlelap
Coba kamu pandangi dia dalam-dalam
Dan bayangkan matanya tak kan terbuka untuk selamanya
Tangannya takkan mampu menghapus air mata kita
Dan tak ada lagi nasehatnya yang selama ini sering kita abaikan
Dan bahkan sering kita bantah
Bayangkan ibumu sudah tiada
Dan apakah kamu sudah mampu membahagiakannya?
Yang sekian kalinya dia selalu membahagiakanmu
Memenuhi kehendakmu..
Apakah kamu pernah berpikir?
Berapa tetes darah yang mengalir dalam tubuhmu
Berapa juta air mata yang menetes di pipinya karnamu
Harus menunggu matikah untuk dapat kau bahagiakan dia..?
Coba kamu pandangi dia dalam-dalam
Dan bayangkan matanya tak kan terbuka untuk selamanya
Tangannya takkan mampu menghapus air mata kita
Dan tak ada lagi nasehatnya yang selama ini sering kita abaikan
Dan bahkan sering kita bantah
Bayangkan ibumu sudah tiada
Dan apakah kamu sudah mampu membahagiakannya?
Yang sekian kalinya dia selalu membahagiakanmu
Memenuhi kehendakmu..
Apakah kamu pernah berpikir?
Berapa tetes darah yang mengalir dalam tubuhmu
Berapa juta air mata yang menetes di pipinya karnamu
Harus menunggu matikah untuk dapat kau bahagiakan dia..?
Setitik Asa Untuk Mencintaimu
tuhan..
aku tak ingin terlalu berharap
tuk memiliki cintanya
tuk dapatkan kasih sayangnya
dan tuk memeluk hatinya
aku ingin semuanya berjalan apa adanya
karena, aku tak ingin sakit
oleh harapanku kepadanya
dan yang pasti dari hati ini adalah...
cintaku yang tulus untuknya
walaupun tak dapat ku pungkiri,
baha suatu saat nanti kan ada orang lain di hati ini
tapi aku berjanji untuk menjaga cinta ini
agar dapat selalu abadi di dalam hati
walau tanpa ia sadari
bahwa..
akulah orang yang selalu mengaguminya
dalam asa dan cintaku padanya
aku tak ingin terlalu berharap
tuk memiliki cintanya
tuk dapatkan kasih sayangnya
dan tuk memeluk hatinya
aku ingin semuanya berjalan apa adanya
karena, aku tak ingin sakit
oleh harapanku kepadanya
dan yang pasti dari hati ini adalah...
cintaku yang tulus untuknya
walaupun tak dapat ku pungkiri,
baha suatu saat nanti kan ada orang lain di hati ini
tapi aku berjanji untuk menjaga cinta ini
agar dapat selalu abadi di dalam hati
walau tanpa ia sadari
bahwa..
akulah orang yang selalu mengaguminya
dalam asa dan cintaku padanya
Label:
Puisi Cinta,
Puisi Kekaguman
ANGANKU
dalam setiap doa kusebut namamu
dalam diam ku terpaku
menganang kisah yang telah lalu bersamamu
Kau selalu ku tunggu di setiap waktu
di setiap hembus nafasku,
ku lantunkan gema indahnya dirimu
di setiap detik nyawaku
ku tunggu kau datang padaku
tuk bverikan senyuman padaku
Andai engkau tau
bahwa hanya satu yang ku harapkan
menjadikan mu sebagai panutan, pujaan, dasn harapan hatiku
dalam anganku, cinta, dan hidupku
Label:
Puisi Cinta,
Puisi Kekaguman,
Puisi Spirit
Langganan:
Postingan (Atom)
